![]() |
Gambar oleh Pete Linforth dari Pixabay |
Karya: Kelompok Jostein Gardeer (Kelas Menulis Cerdas)
Merenung
Terpikirkan alam
Tatkala semua bobrok
Kala bentala kerap terluka
Merusak
Merajam kehijauan
Akal tertoreh nafsu
Nista melanda hati insan
Kufur
Nurani lebur
Lupa untuk bersyukur
Alam tak lagi subur
Bencana
Datang melanda
Karena ulah manusia
Lupa akan tugas khilafahnya
Mayapadaku
Tengah sakit
Para manusia menjerit
Akibat egoisme kian melejit
Kenestapaan
Meliuk masuk
Alam pun merajuk
Tatkala bumi tertusuk amuk
Gelagah
Segala masa
Tumbuh gagah perkasa
Semua sirna sekejap saja
Adiwidia
Enggan membumi
Memilih membentang tawang
Merutuk sesama mengadili penguasa
Kerusakan
Bukan kecelakaan
Kesengajaan yang diabaikan
Egois mematikan yang peduli
Kemarin
Hutan terbakar
Ratusan hektar lenyap
Kita menghirup kabut asap
Napas
Menderu sesak
Pandangan pun mengabur
Banyak korban jatuh tersungkur
Hancur
Bumi murka
Hilang tanggung jawab
Tangan manusia jadi sebab
Menjerit
Semua ketakutan
Kala musibah datang
Luluh lantak tanah mereka
Bumiku
Kini hancur
Lelah terus tersakiti
Karena ketamakan watak manusia
Pongah
Tanpa kesadaran
Biarkan alam musnah
Mungkinkah kiamat segera tiba?
Bertafakur
Memohon petunjuk
Akan kedamaian bumi
Saatnya manusia mulai berpikir
JG Room Chat, 18 November 2019
6 Comments
Tetap jaga bumi ini dari tangan tangan orang yang tidak bertanggung jawab..
ReplyDeleteIya, Mas. Semoga kita semua dapat menjadi khilafah sesungguhnya di bumi.
DeleteSaya selalu takjub dengan orang-orang yang puitis, apalagi nulisnya sepanjang ini :)
ReplyDeleteHehe, ini pun dapat menulis panjang karena dikerjakan bersama-sama, Mbak.
Deletebumi harus diselamatkan segera dan sedini mungkin, sebab tanda-tanda bumi kelaparan dan kehausan sudah begitu jelas, salam kenal ya mbak april
ReplyDeleteBentala itu artinya apa mbak?
ReplyDelete