MY FIRST DAMAR KURUNG FESTIVAL


Damar kurung? Opo seh iku? Asli dari Gresik? Kok, aku nggak tahu? Itulah beberapa pertanyaan yang hadir di otak saat pertama kali mendengar kata damar kurung. Beruntungnya, Tuhan seolah ingin menjawab pertanyaan yang terbersit di nuraniku. Tanpa sengaja aku menemukan info tentang Damar Kurung Festival 2016 di akun instagram @damarkurungfestival.

Lalu, karena aku anaknya KEPO alias selalu ingin tahu sesuatu secara mendetail. Aku scroll postingan @damarkurungfestival dari mulai yang terbaru hingga yang paling lama. Dengan antusias  membaca satu per satu caption di tiap foto. Dan dari hasil stalking, aku bisa mengetahui bahwa acara damar kurung festival ternyata sudah ada sejak tahun 2012 dan menjadi agenda rutin pada minggu kedua bulan ramadan. Ket 2012 rek, tapi aku kaet ngerti acara keren koyok iki? Kiro-kiro aku iki orep nang Gresik nggak seh? Satu lagi pertanyaan yang tiba-tiba muncul.


Ternyata, damar kurung adalah lentera khas pesisir dari kabupaten Gresik, Jawa Timur yang diyakini telah ada sejak abad ke-16 yang saat ini terancam punah. Makjleb! Moco kata terakhire nggarakno mbrebes mili. Apa karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian kita terhadap kesenian yang membuat lentera khas kabupaten Gresik ini hampir punah? Ah, sebagai pengagum seni aku merasa kecewa. Bagaimana bisa aku tidak mengetahui apa pun tentang damar kurung?


Membaca caption yang menerangkan bahwa damar kurung hampir punah membuatku semakin ingin tahu dan ingin menggali lagi informasi tentang lentera satu ini. Mbah Masmundari? Tentu saja beliau asing untukku sama seperti karyanya. Karena nama beliau ada dalam tema Damar Kurung Festival 2016, aku pun penasaran seperti apa beliau ini.


Satu lagi hasil dari stalking instagramnya @damarkurungfestival aku dapat menyimpulkan bahwa Mbah Masmundari adalah salah satu Kartini dari Kabupaten Gresik. Membaca apa saja yang telah diraihnya begitu membuat hati bergetar. Lagi-lagi, bagaimana bisa akau tak mengetahui apa-apa? Dari situ aku menjadi semakin tertarik untuk menghadiri acara ini, apalagi banyak orang-orang hebat yang akan hadir dan ikut memeriahkan acara.


Saking pingine teko nang acara iki, aku njaluk tolong koncoku gawe ngijinno nang ibukku rek. Maklum, rumahku di dusun Juwet Sembung, Wringinanom. Jaraknya lumayan jauh dari Gresik Kota. Orang tuaku juga bukan tipe yang mudah mengijinkan anaknya keluar kalau tidak ada kegiatan atau hal penting (eh ko malah curhat).


Alhamdulillah, karena kebetulan aku ada kegiatan di Dinas Kesehatan Gresik. Pulangnya sekalian ke sana untuk menuntaskan keingintahuan. Nggak mandi, nggak ganti, nggak pakai bedak, dan nggak pakek lipstik. Awalnya sempat mikir 'Yakin seperti itu mau ke Festival?' tapi kapan lagi? Acara Cuma sampai minggu dan belum tentu dapat izin lagi.


Finally, I went there. Baru di depan gang mau parkir motor, cahaya dari damar kurung sudah menyapa dengan memberi nuansa berbeda. Sumpah rek, lek awakmu runu karo pasanganmu, iku bakal dadi moment sing romantis seru. Waktu masuk, perhatianku langsung tersita oleh kakak-kakak kece yang sedang mengerjakan mural di salah satu dinding rumah warga. Melihat mereka melukis, rasanya ingin sekali ikutan, tetapi sadar sih, kalau aku ikut melukis nanti yang ada pasti karya mereka bakal rusak. Hahaha.


Saat puas memandangi kakak-kakak kece dari Serikat Mural Surabaya, aku melanjutkan untuk mengobservasi kawasan ini. Nggak cuma mlaku-mlaku karo nguwasno opo ae sing onok nang kunu kok. Hehehe. Banyak pejuang seni yang hadir pada hari pertama Damar Kurung Festival 2016. Termasuk Mas Novan pastinya, sang penggagas Damar Kurung Festival 2016. Duh ... jadi makin cinta sama Gresik. Di venue ada banyak stan yang menjual berbagai macam hal. Mulai dari makanan dan minuman sampai topi dan hijab. Juga ada stan yang menjual Damar Kurung sebagai merchandise. Rame banget lah pastinya.


Yang menyita perhatian lagi adalah saat sastrawan jawa legendaris, Bapak Budi Palopo menunjukkan kepiawaiannya. Meskipun sedikit kurang paham terhadap apa yang beliau sampaikan, aku benar-benar takjub akan semua pencapaiannya. Setalah beliau menyelesaikan dialog, aku beranjak untuk mengambil foto dengan karya Serikat Mural Surabaya yang sudah menarik hati sejak masuk tadi. Ya, lukisa Mbah Masmundari digambar dengan apik lengkap beserta damar kurung disampingnya. Benar-benar indah dan merupakan spot bagus untuk mengambil gambar. Hehehe.


Waktu semakin larut sehingga terpaksa harus pergi meski rangkaian acara belum usai. Setiap detik yang berlalu akan berubah menjadi kenangan. Begitu pun dengan orang yang telah tiada, hanya untuk bisa dikenang. Kita boleh mengenang Mbah Masmundari tetapi jangan jadikan damar kurung hanya kenangan, rek. Sebagai pemuda yang pastinya cinta pada kota kelahiran, kita harus bisa lebih semangat melestarikan budaya yang dipunya. Jangan mau kalah sama Mas Novan, dkk. Biarkan anak cucu kita kelak dapat menikmati indahnya Damar Kurung Festival.


“Hidup harus berkarya, karena orang akan selalu menghargai kita sampai kapan pun meski kita sudah mati”. Setiap bagian lukisannya termasuk bahasa rupa jejak yang menyimpan simbol makna kehidupan. Jika bahasa adalah tempat tersimpannya pengetahuan kolektif masyarakat penuturnya yang dibangun sepanjang masa, maka kemusnahannya adalah kehilangan ilmu yang tak ternilai. Kata-kata di atas aku kutip dari caption @damarkurungfestival “Kalau kalian memahami, terdapat makna yang begitu dalam di sana. Cobalah selami.”


Ayo rek ojok cuma teko mergo pengen selfie, mari selfie terus lali. Yuk, sama-sama melestarikan budaya kota Gresik, karena budaya ini juga salah satu kebanggaan bangsa. Mari bersama-sama memberitahukan apa itu Damar Kurung. Ya, semoga saja next time ada Damar Kurung Festival di daerah Gresik Selatan. Supaya warga daerah Gresik Selatan juga bisa menikmati keindahannya dan memahami filosofinya.


Terus semangat ya rek! Gresikku seru, Aku cinta budayaku.


Wringinanom, 2002016




Sedikit penampakan saat ke sana kemarin ....

 

Post a Comment

9 Comments

  1. Damar kurung yang terlewatkan, pengen banget dateng padahal.

    ReplyDelete
  2. Wow baru tahu ada budaya kayak gitu di Gresik ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah makanya, yuk gali lagi informasi tentang gresik ^^

      Delete
  3. Baru pernah denger tentang festival damar kurung, mungkin bisa jadi list kalau pas main ke gresik ya :)

    ReplyDelete