Masih Saja Aku Cemburu


Gambar oleh Engin Akyurt dari Pixabay


Aku masih berusaha menata hati. Menyatukan setiap kepingannya yang dulu pernah remuk sedemikian rupa. Aku masih terseok, menyusuri jalan di mana kepingan itu mungkin tercecer. Barangkali ada yang terlewat, sebab tak juga hatiku utuh kembali.

Lara ini masih begitu terasa. Bahkan, kerap kali dengan kesadaran sepenuhnya ... aku terbayang wajahnya. Mungkin dengki telah menggerogoti serpihan hatiku yang hilang. Hingga hancur sudah tiada tersisa. Lalu bagaimana bisa kukembalikan hati ini seperti sedia kala? Jika memang tak bisa lagi kutemukam kepingan lainnya.

Kesalahanku adalah mencari tahu mengenai dirinya. Langkah itu membuat luka ini semakin menganga. Tanpa kutahu apa sebabnya, senantiasa dadaku sesak kala mengingatnya.

Harusnya, aku bisa bersikap biasa saja. Lagipula, dia hanya bagian dari kenangan, bukan? Sedangkan aku adalah sosok yang membersamaimu sekarang. Dan tentu lebih pantas sebagai masa depan; untuk kau perjuangkan, kau pertahankan, kau bahagiakan.

Tapi apa daya, mengetahui kenyataan bahwa dia pernah begitu kau idamkan sungguh menyiksa perasaan. Aku tahu, itu telah berlalu. Namun, jujur saja ... aku tetap cemburu karenanya. Terlebih ketika kutahu betapa istimewanya dia. Perempuan hebat nan kuat. Begitu mandiri dan berdedikasi tinggi.

Ah, sudahlah. Aku memang wanita sederhana yang biasa saja. Tiada lebih baik dibanding dia. Tapi mengenai rasa, kujamin rasaku untukmu lebih segalanya dibanding miliknya. Jadi, kecembuaranku ini, bisakah kau pahami saja?


Gresik, 22092019 (19:09)


Sebuah kejujuran, yang coba kutuang dalam tulisan. 

Post a Comment

12 Comments

  1. Replies
    1. Terima kasih apresiasinya, tunggu tulisanku yg lain ya 😙

      Delete
  2. Ya ampun, saya baper, btw saya kadang bisa menulis seperti ini, tapi ada waktunya khusus, misal sedang galau, tiba-tiba saja jari saya begitu lincah menulis kata-kata yang bahkan sama sekali nggak terpikirkan sebelumnya hahaha.
    Kereeennn deh ini!

    ReplyDelete
  3. Udah lama ga nulis cerita kayak gini biasanya kalau saya nulis puisi mantap lanjutkan...

    ReplyDelete
  4. Kita memang dapat merenungkan masa lalu - tetapi, jangan pernah terjebak di sana.

    ReplyDelete
  5. Bahasa zaman now nya belum move on ya. Masih memikirkan masa lalu dan selalu ingin melihat ke belakang lagi, masa-masa menyenangkan yang pernah dilalui bareng someone..

    ReplyDelete
  6. Suka banget sama pemilihan kata-katanya. Bikin galau maksimal ga siihh..

    ReplyDelete
  7. Yuk bisa move on yuk. Kata2 ini seperti menggambarkan seseorang yg masih selalu teringat dengan dambaannya. Tampaknya belum move on. Semoga segera pulih hatinya yaa

    ReplyDelete
  8. Huwahh kerenn tulisannya. Tapi cemburu itu normal, kok. Karena artinya kita punya rasa memiliki.

    ReplyDelete
  9. keren nih tulisannya aku suka kagum sama orang yang bisa menggambarkan perasaannya lewat tulisan

    ReplyDelete
  10. Semangat ya kak ... aku sampai terbawa suasana ... hehehe ... jangan lupa untuk bahagia ya kak

    ReplyDelete
  11. Senang sekali membacanya. Waktu kuliah, aku sering curhat lewat puisi seperti ini. Kangen masa-masa itu jadinya

    ReplyDelete