Aku masih berusaha menata hati. Menyatukan setiap kepingannya yang dulu pernah remuk sedemikian rupa. Aku masih terseok, menyusuri jalan di mana kepingan itu mungkin tercecer. Barangkali ada yang terlewat, sebab tak juga hatiku utuh kembali.
Lara ini masih begitu terasa. Bahkan, kerap kali dengan kesadaran sepenuhnya ... aku terbayang wajahnya. Mungkin dengki telah menggerogoti serpihan hatiku yang hilang. Hingga hancur sudah tiada tersisa. Lalu bagaimana bisa kukembalikan hati ini seperti sedia kala? Jika memang tak bisa lagi kutemukam kepingan lainnya.
Kesalahanku adalah mencari tahu mengenai dirinya. Langkah itu membuat luka ini semakin menganga. Tanpa kutahu apa sebabnya, senantiasa dadaku sesak kala mengingatnya.
Harusnya, aku bisa bersikap biasa saja. Lagipula, dia hanya bagian dari kenangan, bukan? Sedangkan aku adalah sosok yang membersamaimu sekarang. Dan tentu lebih pantas sebagai masa depan; untuk kau perjuangkan, kau pertahankan, kau bahagiakan.
Tapi apa daya, mengetahui kenyataan bahwa dia pernah begitu kau idamkan sungguh menyiksa perasaan. Aku tahu, itu telah berlalu. Namun, jujur saja ... aku tetap cemburu karenanya. Terlebih ketika kutahu betapa istimewanya dia. Perempuan hebat nan kuat. Begitu mandiri dan berdedikasi tinggi.
Ah, sudahlah. Aku memang wanita sederhana yang biasa saja. Tiada lebih baik dibanding dia. Tapi mengenai rasa, kujamin rasaku untukmu lebih segalanya dibanding miliknya. Jadi, kecembuaranku ini, bisakah kau pahami saja?
Gresik, 22092019 (19:09)
Sebuah kejujuran, yang coba kutuang dalam tulisan.
12 Comments
keren kakkk
ReplyDeleteTerima kasih apresiasinya, tunggu tulisanku yg lain ya 😙
DeleteYa ampun, saya baper, btw saya kadang bisa menulis seperti ini, tapi ada waktunya khusus, misal sedang galau, tiba-tiba saja jari saya begitu lincah menulis kata-kata yang bahkan sama sekali nggak terpikirkan sebelumnya hahaha.
ReplyDeleteKereeennn deh ini!
Udah lama ga nulis cerita kayak gini biasanya kalau saya nulis puisi mantap lanjutkan...
ReplyDeleteKita memang dapat merenungkan masa lalu - tetapi, jangan pernah terjebak di sana.
ReplyDeleteBahasa zaman now nya belum move on ya. Masih memikirkan masa lalu dan selalu ingin melihat ke belakang lagi, masa-masa menyenangkan yang pernah dilalui bareng someone..
ReplyDeleteSuka banget sama pemilihan kata-katanya. Bikin galau maksimal ga siihh..
ReplyDeleteYuk bisa move on yuk. Kata2 ini seperti menggambarkan seseorang yg masih selalu teringat dengan dambaannya. Tampaknya belum move on. Semoga segera pulih hatinya yaa
ReplyDeleteHuwahh kerenn tulisannya. Tapi cemburu itu normal, kok. Karena artinya kita punya rasa memiliki.
ReplyDeletekeren nih tulisannya aku suka kagum sama orang yang bisa menggambarkan perasaannya lewat tulisan
ReplyDeleteSemangat ya kak ... aku sampai terbawa suasana ... hehehe ... jangan lupa untuk bahagia ya kak
ReplyDeleteSenang sekali membacanya. Waktu kuliah, aku sering curhat lewat puisi seperti ini. Kangen masa-masa itu jadinya
ReplyDelete